Surat dari TUHAN

02 February 2011


✉ Surat dari TUHAN ✉
KEPADA : KAMU
TANGGAL : HARI INI
DARI : AKU
PERIHAL : BERSYUKUR

Ini AKU,
Hari ini AKU yang akan menangani semua masalahmu...

Catatan :
Dan ingat,
Bila Dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu...
Tetapi, letakkanlah saja masalah itu diboxKU utk KUselesaikan...
AKU akan menyelesaikan masalahmu sesuai JADWAL yang AKU tentukan sendiri...

Semua masalahmu PASTI akan AKU selesaikan,tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.....

Setelah semua masalahmu kamu letakkan dalam Box,
Janganlah kamu pikirkan & khawatirkan...
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal2 BAIK yang sedang terjadi padamu sekarang...

Bila kamu terjebak kemacetan dijalan, Janganlah marah,
Sebab masih banyak orang di Dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya...

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja,
Berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun2 tanpa pekerjaan...

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang2 yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai...

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang2 yang harus lembur siang malam tanpa libur utk menghidupi keluarga & anak2nya...

Bila kendaraanmu mogok & mengharuskan kamu berjalan kaki,
Janganlah marah...
Pikirkanlah orang2 cacat yang sangat ingin merasakan berjalan diatas kaki sendiri...

Bila kamu melihat dicermin rambutmu mulai beruban,
Janganlah bersedih...
Ssebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang2 yang dalam perawatan Kemoterapi...

Bila kamu merenungi makna hidupmu di dunia ini & merenungi apa tujuan hidupmu ini...?
Bersyukurlah...
Karena banyak orang yang tidak punya kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi hidup mereka....


Seperti BM diatas, selama hidup kita mungkin terkadang/selalu mengeluh setiap harinya. Ada saja hal-hal yang membuat mulut mereka mengucapkan kata-kata yang sia-sia setiap harinya. Pekerjaan yang berat, bos yang hanya bisa memerintah, keluarga yang terlalu banyak menuntut, sahabat-sahabat yang kurang solider merupakan beberapa contoh dari banyak masalah yang dihadapi manusia.

TUHAN bukanlah tidak mengetahui keadaan kita seperti apa sekarang ini atau masalah besar apa yang sedang kita hadapi. DIA tahu semuanya. Bahkan DIA tahu seberapa besar kekuatan kita ketika rintangan datang menghadang.

Sekarang pernahkah kamu berpikir, mengapa manusia tidak diciptakan sempurna...? Jika manusia diciptakan sempurna, bukankah semuanya akan menjadi lebih baik...? Mengapa TUHAN tidak melakukannya...? Apakah TUHAN tidak mampu...? Ataukah ada maksud TUHAN di balik ia menciptakan manusia dengan keberadaannya seperti sekarang ini...?

Tapi daripada mengajukan pertanyaan-pertanyaan konyol seperti itu, harusnya kita bersyukur dengan keberadaan kita sebagai manusia yang tidak sempurna dan yang di sana sini masih terdapat kekurangan. Seandainya TUHAN benar-benar menciptakan kita sebagai manusia sempurna, keadaan dunia tidak akan lebih baik, sebaliknya dunia justru berada di ujung bencana. Kamu mengerenyitkan kening dan tidak percaya...?

Jika kita menjadi manusia tanpa kelemahan, tentu saja sifat manusia yang egois akan semakin menjadi jadi. Tidak akan pernah merasa butuh orang lain, karena toh segala sesuatunya bisa dikerjakan seorang diri. Manusia akan menjadi sosok egosentris. Dan bisa jadi manusia akan mengabaikan TUHAN. Mengapa harus berharap kepada TUHAN kalau sudah menjadi manusia sempurna yang bisa melakukannya segala sesuatunya seorang diri...?

TUHAN memang Mahabesar dan Mahadahsyat, tetapi DIA tidak mau umat-Nya menjadi umat yang miskin mental, yang sebentar-bentar mengeluh, sebentar-sebentar bersedih dan akhirnya lupa untuk mengucap syukur. DIA ingin kita menjadi orang-orang yang kuat di dalam-Nya yang tidak gampang bersungut-sungut ketika ada masalah dan selalu menghargai setiap pemberian dari-Nya dengan hati yang tulus dan ucapan terima kasih. Bersyukurlah kita tidak diciptakan sempurna, dengan demikian kita belajar untuk bergantung kepada TUHAN, sewaktu dalam kelemahan dan saat kita membutuhkan pertolonganNya.

Sebuah pepatah kuno mengatakan, manusia diciptakan seperti malaikat dengan satu sayap dan mereka bisa terbang jika mereka saling berpelukan. Kehidupan ini suatu saat akan berakhir. Ketika itu tiba maka tidak ada lagi waktu untuk menyesali diri dan berangan-angan untuk kembali ke masa lalu. Selagi masa ada kesempatan, mari bersama kita menjalani hidup dengan ucapan syukur kepada TUHAN dan mengerjakan apa yang menjadi bagian kita di dunia ini dengan sebaik mungkin.

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku tidak kaya...?
Lalu DIA menunjukkan seorang pria dengan banyak harta, tapi hidup kesepian & tak memiliki siapapun untuk berbagi....

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku tidak ganteng...?
Lalu DIA menunjukkan seorang pria dengan kegantengan yg melebihi lainnya, tapi memiliki karakter yg buruk...

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa Ia membiarkan aku menjadi semakin tua...?
Lalu DIA menunjukkan seorang anak laki-laki berusia 19 tahun sedang terbujur kaku, meninggal karna kecelakaan mobil...

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku tidak memiliki rumah besar...?
Lalu DIA menunjukkan sebuah keluarga yg beranggotakan 6 orang, tapi mereka baru saja diusir & pindah ke rumah yg kecil, sesak & terpaksa tinggal dijalanan karna tak mampu membayar hutang....

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku harus bekerja...?
Lalu DIA menunjukkan seorang pria, yg tak bisa menemukan satu pekerjaan pun, karna tak memiliki kesempatan untuk belajar membaca....

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku tak menjadi orang terkenal...?
Lalu DIA menunjukkan seseorang yg terkenal yg memiliki banyak sahabat, tapi smuanya pergi ketika orang itu tidak memiliki harta lagi...

Aku bertanya kepada TUHAN, mengapa aku tidak pintar...?
Lalu DIA menunjukkan seorang yg terlahir jenius, tapi dipenjara karena menyalahgunakan kepintarannya untuk kejahatan....

Bagaimana denganmu...?

Apakah kamu pernah sakit...?
Jika kamu tidak pernah sakit...?
Bagaimana kamu tahu TUHAN itu Maha Penyembuh...?

Apakah kamu pernah sedih...?
Jika kamu tidak pernah sedih...?
Bagaimana kamu tahu ALLOH itu Maha Penghibur...?

Apakah kamu pernah salah...?
Jika kamu tidak pernah salah...?
Bagaimana kamu tahu ALLOH itu Maha Pengampun...?

Apakah kamu pernah gagal...?
Jika kamu tidak pernah gagal...?
Bagaimana kamu belajar bersandar pada ALLOH...?

Apakah kamu merasa kurang dengan berkat yg ALLOH berikan hari ini...?

Sekarang pada saat kamu sedang membaca tulisan ini, mungkin kamu tidak menyadari bahwa kamu telah melakukan sesuatu yang tanpa kamu sadari sangat berguna agar kamu bisa berkarya hari ini...

Sadarkah kamu apakah itu? Ya, nafas kehidupan. Sama seperti aku yang terkadang tidak menyadarinya. TUHAN selalu menjaga dan memberkati kita di setiap hela nafas...

Senantiasalah bersyukur buat semua yang telah ALLOH beri mungkin tidak semuanya yang sesuai dengan apa yang kita inginkan, walau tidak banyak, yang penting cukup untuk memenuhi kebutuhan kita...

Senantiasalah bersyukur untuk berbagai ujian kehidupan yang kita alami karena semua itu mengangkat kita ke tingkat yang lebih tinggi di dalam ALLOH dan membawa kita lebih dekat kepadaNya...

Semakin banyak kita bersyukur kepada ALLOH atas apa yang kita miliki, maka semakin banyak hal yang akan kita miliki untuk disyukuri karena orang yang mengucap syukur adalah orang yang selalu tahu bahwa hidupnya tidak pernah kekurangan...

Amin...

“Orang yang berbahagia bukanlah orang yang hebat dalam segala hal, tapi orang yang bisa menemukan hal sederhana dalam hidupnya.”

ShareThis